Judul : Cado – Cado (Catatan Dodol Dokter Muda)
Penulis : Ferdiriva Hamzah
Penerbit : Bukune
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman : xii+188 hlm
Ketika mendengar kata
dokter. Hal pertama yang terpikir, pasti berhubungan dengan jarum suntik,
darah, sakit, obat dan lain sebagainya. Tak jarang, seorang pasien menemui
dokter yang tidak ramah. Cado-cado (Catatan Dodol Dokter Muda) berkisah tentang
pengalaman Ferdiriva dalam menjalani ko-ass. Ko-ass atau ko assisten dokter di
rumah sakit.
Sebelum menjadi dokter,
calon dokter harus menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran selama
delapan semester. Setelah itu, akan mendapatkan gelar S.Ked / Sarjana
Kedokteran atau dokter muda. Untuk mendapatkan gelar dokter umum, pendidikan
harus dilanjutkan lagi sekitar dua tahun untuk menjalani ko-ass. Pada ko-ass
inilah, dokter muda akan mempraktikkan teori yang sudah dipelajari sampai cara
berinteraksi dengan pasien. Begitulah curhatan penulis dalam menjalani ko-ass.
Banyak hal yang dialami penulis dalam menjalani ko-ass. Ia pasti memiliki
pengalaman yang lucu, tolol, konyol bahkan mengharukan dan menyedihkan.
Salah satu pengalaman lucu
Ferdiriva adalah dokter pembimbingnya, seorang dokter perempuan berumur 60
tahun dan belum pernah menikah. Beliau ramah dan sangat lembut tutur katanya.
Namun, dokter ini tidak lepas dari gossip. Banyak selentingan yang mengatakan
dokter ini rada-rada genit. Gosipnya, beliau sulit memberikan nilai 60, kecuali
ko-ass-nya seorang laki-lak yang punya bulu dada. Hiiii.
Ferdiriva ingin
menghibur temannya, dia pun menyiarkan gossip lain. Dia mengatakan, kalau
beliau sedang bicara suka tidak fokus dan suka mengubah topik pembicaraan jadi
cerita sejarah. Hal ini pun terbukti. Saat ada pasien bernama Budi Hutomo,
beliau mulai berkomentar panjang-lebar mengenai sejarah Budi Hutomo. Si penulis
hampir tertawa mendengar beliau berkomentar seperti itu.Tidak hanya itu, saat
diskusi pun, beliau suka mengubah topik menjadi cerita sejarah.
|